KONTEN

INQUIRY

Forward an inquiry or send request to the secretariate.


 

INFO ANTARPULAU

Pabrik rokok kecil Probolinggo berguguran

28 November, 2012 by alec sutaryo

Pabrik rokok kecil Probolinggo berguguran Pabrik rokok kecil Probolinggo berguguranSetiap tahun areal tembakau yang ditanam petani di Kabupaten Probolinggo selalu bertambah melebihi target. Sisi lain dari tahun ke tahun, jumlah pabrik rokok (PR) di daerah ini terus berkurang.

"Jumlah pabrik rokok dalam empat tahun terakhir berkurang 70 persen, dari 80 pabrik rokok di tahun 2008 menjadi 10 pabrik rokok di tahun 2012," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Probolinggo, Hadi Prayitno, Rabu (28/11) pagi tadi.

Mantan Kabag Humas itu merinci lebih detil. Pada 2008 di Kabupaten Probolinggo berdiri 80 PR.

Pada 2009 pabrik berkurang separo menjadi 40 PR. Kemudian pada 2010 sedikit turun menjadi 33 PR.

"Pada 2011 terus turun menjadi 21 PR, dan pada 2012 ini tersisa 10 PR," ujar Hadi.

Disinggung penyebab banyak PR gulung tikar, Hadi mengatakan, PR-PR yang notabene kelas K-1000 (kecil) itu kesulitan menebus pita cukai.

"Kalau pabrik rokok tidak punya pita cukai ya otomatis tidak bisa berproduksi. Justru kalau memaksa membikin rokok tanpa cukai berarti melanggar undang-undang," ujarnya.

Sisi lain, PR-PR kecil dihadapkan pada kendala tersendiri untuk mendapatkan pita cukai.

Dikatakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) 200/2008, ada keharusan PR memiliki gudang tembakau berukuran minimal 200 meter persegi.

Bagi PR kecil, kata Hadi, gudang berukuran 200 m2 itu menjadi beban tersendiri.

Terbukti banyak PR tidak mampu membangun gudang berukuran minimal itu.

Memang di tengah-tengah gulang tikarnya sejumlah PR kecil itu, ada PR besar yang mendirikan pabrik di Kabupaten Probolinggo.

Demi membantu pendirian gudang tembakau itu, Pemkab Probolinggo bakal mengucurkan anggarannya.

"Anggaran Rp 4,2 miliar itu berasal dari dana alokasi cukai. Insya Allah, gudang tembakau bakal dibangun pada 2013 mendatang," ujarnya.

Pembangunan gudang itu terkait dengan permintaan Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Kabupaten Probolinggo pada 2011 lalu. Tetapi dananya baru tersedia pada 2012 mendatang.

Areal tembakau

Meski pabrik rokok berguguran, sisi lain setiap tahun, areal tembakau selalu membengkak dibandingkan targetnya.

Pada 2008 lalu, Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) menargetkan areal tembakau 7.335 hektare (Ha). Kenyataannya areal tembakau membengkak menjadi 13.011 Ha.

Pada 2009, areal tembakau yang ditargetkan 6.923 Ha di lapangan menjadi 8.779 Ha. Perluasan areal tembakau kembali terjadi pad 2010, dari target 7.923 Ha menjadi 11.475 Ha.

Pada 2010 yang diwarnai kemarau basah (kemarau disertai hujan), sebagian besar petani tembakau merugi.

Dipicu 'dendam' setelah gagal panen pada 2010, pada 2011 target areal dipatok relatif luas, 12.075 Ha.

Kenyataan di lapangan, petani 'mengamuk' dengan bertanam 13.067 Ha. Sehingga ada pembengkakan areal seluas 992 Ha (naik 106,14%).

Pada 2012 ini Disbunhut mematok areal tembakau 8.721 Ha.

"Ternyata realisasi areal tembakau membengkak menjadi 11.184 hektare atau melebihi target areal tembakau hingga 120,2 persen," ujar Kepala Disbunhut, Mahbub Djunaedi. isa

Pabrik Rokok di Kabupaten Probolinggo
Tahun Jumlah
2008 80 pabrik
2009 40 pabrik
2010 33 pabrik
2011 21 pabrik
2012 10 pabrik

Areal Tembakau Kab. Probolinggo
Tahun Target Bertambah
2008 7.335 Ha 13.011 Ha
2009 6.923 Ha 8.779 Ha
2010 7.923 Ha 11.475 Ha
2011 12.075 Ha 13.067 Ha
2012 8.721 Ha 11.184 Ha

Surabaya Post Online

 

DOKUMEN

Syarat kelengkapan dokumen untuk pengurusan Rekomendasi Gafeksi untuk mendapatkan SIUJPT baru dari Dinas Perhubungan DKI.


 

 
ALFI d/h Gafeksi DKI Jakarta - 2014
Web developer: Persbiro